Memasarkan Brand Melalui TikTok

Sampai pada hari ini, siapa memang yang tidak mengenal aplikasi TikTok?

Ya, aplikasi pembuat konten video, lypsinc, challenge. yang beberapa tahun belakangan ini booming karena digunakan juga oleh para artis, content creator, musisi, influencer, endorser, selebgram, bahkan pesepakbola seperti Sergio Ramos juga sempat membuat video TikTok. Walaupun memang aplikasi jejaring sosial ini mempunyai segmentasi pada generasi Z atau anak–anak remaja.

Seiring berjalannya waktu, Tiktok terus berkembang dan semakin banyak penggunanya. Dengan berisikan konten yang beragam, seperti komedi, fashion, traveling, musik dan sinematografi.

TikTok disebut–sebut menjadi platform “Go-to” untuk belajar online. Apalagi dengan durasi konten yang tidak teralu lama dan cepat yaitu 15-60 detik saja.

Karena penggunanya yang banyak itulah, kini content creator tidak hanya bermunculan melalui Youtube dan Instagram saja tetapi juga melalui TikTok, bahkan para influencer dan selebgram kini mulai merambat ke aplikasi ini juga.

Ini sekaligus membuka peluang bagi brand–brand ternama untuk mencari popularitas di aplikasi digital TikTok ini. Lalu jika terdapat peluang bisnis didalamnya, bagaimana caranya memasarkan sebuah brand melalui TikTok dengan menarik perhatian yang banyak.

1. Hashtag Challenge

Karena aplikasi TikTok memiliki user yang banyak, maka trend yang ada pun cepat menghilang dan terganti dengan konten hype yang baru, maka dari itu timing kamu harus pas ya dalam memasarkan brand milik kamu.

Usahakan buatlah hashtag yang agak memancing rasa penasaran dan memiliki unsur komedi agar hashtag kamu banyak digunakan oleh orang  – orang.

2. User Generated Content

Dengan rentang pengguna di usia 16-24 tahun, user TikTok biasanya memiliki sifat yang senang untuk melakukan langsung apa yang menjadi hype di aplikasi TikTok.

Ketika brand membuat user-generated content maka akan dapat membantu mereka dalam beberapa aspek perkembangan bisnis.

Jika sebuah brand dapat mendorong para user untuk tertarik share video di akun pribadi mereka dan berinteraksi dengan suatu produk, maka potensi untuk membelinya akan semakin besar.

3. Influencer Marketing

Nah kalau yang ini sudah pasti menjadi cara yang cukup berhasil ketika menawarkan sebuah produk kepada influencer untuk dipromosikan.

Cara ini akan tergolong sukses jika influencer yang membuat konten atas ide dan gagasannya sendiri, karena yang influencer itulah yang paling mengenal audiensnya, dengan konten yang sesuai dengan target audiens, marketing brand lewat aplikasi TikTok bisa mencapai kesuksesan.

Ingin Belajar Lebih Dalam Lagi Tentang Dunia TikTok?

Leave a Reply

Your email address will not be published.